Viral Parodi Lagu Indonesia Raya, Lirik Diubah Hingga Pancasila Di Ganti Ayam

  • Bagikan

Akhir – akhir ini sedang viral lagu Indonesia Raya yang liriknya diubah dengan bahasa makian dan kurang pantas oleh netizen Malaysia. Berikut informasi lengkapnya. 

Beberapa hari terakhir, warganet dihebohkan dengan beredarnya sebuah video yang berasal dari Negeri Jiran Malaysia.

Dalam video tersebut, terlihat lagu kebangsaan Indonesia Raya diparodikan dengan bahasa yang kurang pantas dan terkesan menghina.

Usut punya usut, video parodi tersebut pertama kali diunggah oleh kanal YouTube MY Asean.

Viral Lewat Youtube

Akun tersebut menggunakan logo bendera Malaysia untuk foto profil kanal YouTube-nya.

Sontak, hal itu membuat warganet Indonesia geram. Videonya sendiri kemudian viral di media sosial.

Sebuah akun Youtube diduga milik warga Malaysia, memparodikan secara tidak pantas lagu kebangsaan Indonesia Raya. Dalam video yang diunggahkan, menggubah lirik lagu dengan diiringi lagu Indonesia Raya secara instrumental.

Lirik tersebut berlisankan, kata-kata yang provokatif. Tidak cukup itu, video yang diunggah pada 8 Desember 2020 lalu itu juga mengubah lambang Garuda Pancasila berlatar belakang merah putih dengan seekor ayam disertai dua orang di sisi kanan dan kiri yang menggambarkan sedang buang air kecil.

Kemudian kalimat “Bhinneka Tunggal Ika” dituliskan secara terbalik.

Meskipun video tersebut sudah dihapus oleh YouTube, tetap saja masyarakat Indonesia yang mendengarnya geram. Mereka mengecam sang YouTuber untuk ditangkap karena telah mengejek lagu kebangsaan Indonesia.

Reaksi Kedutaan Malaysia dan Sikap Pemerintah Terkait Video Tersebut

Viralnya video penghinaan terhadap lambang negara ini direspons pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri yang mengaku sudah berkoordinasi dengan pemerintah Malaysia.

Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta mengecam keras tindakan provokatif tersebut. Menurut Kedutaan, hal itu dapat memengaruhi hubungan kedua negara.

Kementrian Luar Negeri RI pun lewat juru bicaranya, Teuku Faizasyah, menyatakan bahwa kasus ini sudah diurus oleh Polisi Diraja Malaysia untuk mencari pelakunya.

“Berkoordinasi dengan pihak PDRM menelusuri dan mencari pelakunya karena ini kan suatu hal yang memang menjadi perhatian di masyarakat kita, di Indonesia,” kata Koordinator Fungsi Pensosbud KBRI KL, Yoshi Iskandar, dilansir dari detikcom, Minggu (27/12).

Kementrian Luar Negeri RI pun lewat juru bicaranya, Teuku Faizasyah, menyatakan bahwa kasus ini sudah diurus oleh Polisi Diraja Malaysia untuk mencari pelakunya.

“Berkoordinasi dengan pihak PDRM menelusuri dan mencari pelakunya karena ini kan suatu hal yang memang menjadi perhatian di masyarakat kita, di Indonesia,” kata Koordinator Fungsi Pensosbud KBRI KL, Yoshi Iskandar, dilansir dari detikcom, Minggu (27/12).

 

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page